dan mulailah sajak-sajak dituliskan
merangkum malam-malam yang sebentar pudar
mengikat gagap siang yang hendak pulang.
ada gelak resah dan sedu renyah
semua istirah di matamu yang lelah
dan mulailah sajak-sajak dituliskan.
puisi diatas telah diterbitkan dalam antologi puisi Temu-Mahasiswa-Penyair, TBJT Juni 2007
19 Mei 2007
12 Mei 2007
denting kabar
ada yang pecah dalam rumah
dentingnya sungguh sendiri
mengirimkan kabar yang kabur dalam luka
ada yang…
dentingnya sungguh sendiri
mengirimkan kabar yang kabur dalam luka
ada yang…
rindu
langit mengabarkan kehilangan yang lengkap
meninggalkan lubang cacat yang purnama
dari jejak malaikat jahat
dan bau kematian semakin lekat
aku kemudian merindukan sekarat yang hangat
meninggalkan lubang cacat yang purnama
dari jejak malaikat jahat
dan bau kematian semakin lekat
aku kemudian merindukan sekarat yang hangat
memar samar
kudengar gelisahmu yang samar
kuatir yang tak sempat ketemu akhir
di ujung subuh resahmu kian rusuh
dan aku kehilangan makna
dari rangkaian kata-kata.
kuatir yang tak sempat ketemu akhir
di ujung subuh resahmu kian rusuh
dan aku kehilangan makna
dari rangkaian kata-kata.
23 April 2007
kerja kecewa ; antoni
Aku selalu berpikir tak ada yang sia-sia.
Tapi entah, -ada yang terluka.
Mengajak bicara –meski tanpa menghirup udara
Sambil erat menyimpan tawa
Soal kata-kata,
Aku semakin percaya kata-kata tak dapat dipercaya
Ada yang dijahanami!
puisi diatas telah diterbitkan dalam antologi puisi Temu-Mahasiswa-Penyair, TBJT Juni 2007
Tapi entah, -ada yang terluka.
Mengajak bicara –meski tanpa menghirup udara
Sambil erat menyimpan tawa
Soal kata-kata,
Aku semakin percaya kata-kata tak dapat dipercaya
Ada yang dijahanami!
puisi diatas telah diterbitkan dalam antologi puisi Temu-Mahasiswa-Penyair, TBJT Juni 2007
Langganan:
Postingan (Atom)