20 Februari 2006

sebuah celoteh tolol

Dan mereka pun mulai bertanya; kerudung hitammu
mengapa hitam. Suka atau tanda.
aku pun mencari entahmu

Dan kusulam namamu
di kerudung itu sebelum gambar
wittgenstein dipajang;

merobek kerudungmu
mengoyak hatiku.

sebuah celoteh tolol

Dan mereka pun mulai bertanya; kerudung hitammu
mengapa hitam. Suka atau tanda.
aku pun mencari entahmu

Dan kusulam namamu
di kerudung itu sebelum gambar
wittgenstein dipajang;

merobek kerudungmu
mengoyak hatiku.
200206
00.22

19 Februari 2006

percuma

Nada-nada telah dinyanyikan
pada malam yang mengkerut, dan
bulan pudar

Entah kau tahu arti apel
merah itu
yang kupetik di tetes air keringat
dilelahku; dijengahmu

Aku pun istirah di pundak
malam sementara
matahari perlahan menari di jemari.

16 Februari 2006

inklinasi

Menelisik harapan
bukan untuk masa depan;
sekarang.

pun detik menggeliat dari sekarat
menyeret waktu yang kian keparat

Langit keriput terbahak
bulan bintang berjerawat
lidah bersimpul; erat mengucap
kedip hati paling khianat

12 Februari 2006

maaf

Maaf, jika nanti
aku rebus sebungkus
kalimat hujan ke ruang khayal
dengan dua gelas air mimpi

memoar sepi

Ada yang pergi
saat ku kembali
dan sepi pun bercerita
diantara rintik hujan yang
menguning.

Dan coklat itu masih mengepul
dicangkir biru
mengantar citra indahmu
yang menguap dalam hangat

Sementara rindu, masih seperti dulu